Jangan Takut dengan Perbedaan

Berikut beberapa tips dalam menyikapi perbedaan

 

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan

Berpikirlah dengan positif, syukuri adanya perbedaan. Marilah kita anggap perbedaan sebagai kekayaan. Dengan cara pandang yang benar, akan melahirkan sikap yang tepat.

 

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatih untuk menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggung jawab terhadap keputusan bersama.

 

3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.

Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi, karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi yang tepat.

Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pada pengembangan potensi individu masing-masing.

 

4. Janganpernah meremehkan orang lain.

Apapun dan bagaimanapun kondisi orang lain, maka perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan.

Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri yang bisa jadi tidak bisa digantikan oleh orang lain.

 

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong

Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain, tidak akan menambah lebih bagi kita.

Jadilah beton dalam bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan.

 

6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.

Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah. Maka, pastikan sumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Apalagi jika disertai bukti.

 

7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahka orang lain.

Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan membantu kita. Bisa jadi kesalahan justru terletak pada diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana.

Dini Shanti dan Maharani Winarta Time

Satu yang membuat mereka seperti itu, “selalu ingat akan impiannya”

… aku dulu juga ngantor loh… tapi karena cita2 ku pengen kerja di rumah, dan waktu itu masih butuh gaji kantor, jadi bener2 aku paksain, pulang kantor nunggu anak2 tidur ngantuk2, aku paksain ngerjain bisnis, sampai uang dari bisnis bisa nggantiin uang kantor, baru aku resign, kalau ngga kayak gitu, kapan mau resign nya…

 kalau kata Nadia Meutia bangun lebih pagi, tidur lebih malam…

haaii… aku juga mantan karyawan lohh… kantor ku lebih parah malah..kalau lembur sampe nginep wkwkwkw… yang aku kerjakan adalah memaksimalkan waktu luang… memang waktu istirahat jadi lebih sedikit, waktu bersenang2 aku pangkas duluu… waktu tidur juga lebih sedikit karena kalau pulang standard jam 9 – 10 malam baru sampai rumah…jadi jam 12 baru mulai ngerjain kerjaan oriflame lagi… tidur jam 2 pagi..jam 7 harus brangkat ngantor lagi… capekkk? bangett…tapi kan gak lamaaa begitu Sm kamu sudah punya pilihan antara terusin jadi karyawan yang jam kerjanya gila2an naik gajinya juga kecil gila2an atau mau kerja dirumah yang bisa bebas ngatur waktu kerja…